TVRINews, Manokwari
Pemerintah Kabupaten Manokwari masih menghadapi sejumlah kendala dalam menangani persoalan sampah. Keterbatasan sarana dan prasarana, armada pengangkut, hingga minimnya anggaran operasional menjadi tantangan dalam mengoptimalkan layanan persampahan di daerah tersebut.
Kondisi ini menjadi perhatian karena volume sampah yang dihasilkan masyarakat terus bertambah setiap hari. Keterbatasan fasilitas turut berdampak pada proses pengangkutan hingga pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manokwari mengatakan, persoalan tidak hanya terjadi pada proses pengangkutan sampah, tetapi juga saat menangani kondisi di area TPA.
Salah satu kendala yang dihadapi adalah ketika terjadi kebakaran sampah di kawasan TPA. Dalam situasi tersebut, Dinas Lingkungan Hidup harus berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran untuk melakukan penanganan.
Keterbatasan armada pendukung, termasuk kendaraan untuk memasok air, turut menjadi hambatan ketika proses pemadaman harus dilakukan. Kondisi tersebut diperparah dengan keterbatasan biaya operasional dan pemeliharaan kendaraan.
“Kalau terjadi kebakaran di TPA, kami harus berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran karena sarana yang kami miliki masih terbatas,” ujar Kepala Bidang Persampahan DLH Manokwari.
Pembangunan TPA Baru Terkendala Anggaran
Persoalan lain yang masih dihadapi adalah rencana pembangunan TPA baru. Hingga kini, fasilitas tersebut belum dapat direalisasikan karena pemerintah daerah belum memiliki anggaran khusus untuk pembangunan.
Padahal, keberadaan TPA baru dinilai penting untuk mengantisipasi kebutuhan pengelolaan sampah dalam jangka panjang, seiring meningkatnya volume sampah di Manokwari.
Bupati Manokwari telah mendorong agar pemerintah daerah mulai mempersiapkan lokasi yang dapat digunakan sebagai TPA baru. Langkah tersebut diharapkan menjadi solusi untuk mengatasi persoalan kapasitas dan pengelolaan sampah di masa mendatang.
Selain TPA, keterbatasan bak sampah dan kendaraan pengangkut juga masih menjadi persoalan di lapangan. Kondisi tersebut membuat layanan pengangkutan sampah belum dapat menjangkau seluruh wilayah secara optimal.
Pemerintah Kabupaten Manokwari dinilai perlu memperkuat dukungan terhadap sektor persampahan, baik melalui penambahan armada, penyediaan sarana dan prasarana, maupun peningkatan anggaran operasional serta pemeliharaan.
Penguatan tersebut diperlukan agar pengelolaan sampah tidak hanya berfokus pada pengangkutan dan pembuangan, tetapi juga mampu menciptakan sistem persampahan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Di tengah keterbatasan yang ada, pemerintah daerah terus mendorong penanganan sampah secara bertahap. Penyiapan lokasi TPA baru, peningkatan fasilitas, serta penguatan armada menjadi bagian penting untuk memperbaiki layanan persampahan di Kabupaten Manokwari.










