TVRINews, Manokwari
Pemerintah Provinsi Papua Barat resmi membuka pendaftaran program Beasiswa Papua Cerdas tahun 2026. Untuk memudahkan proses administrasi, Dinas Pendidikan Papua Barat menyiapkan sekretariat khusus yang melayani pendaftaran secara langsung bagi calon peserta.
Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat, Barnabas Dowansiba, mengatakan layanan ini disiapkan agar proses pendaftaran lebih mudah diakses masyarakat, termasuk yang terkendala jarak maupun kondisi cuaca.
“Kami membuka sekretariat khusus di lingkungan Dinas Pendidikan Papua Barat untuk memfasilitasi mahasiswa yang ingin mendaftar, sehingga tidak terkendala, termasuk oleh faktor cuaca,” ujar Barnabas.
Program Beasiswa Papua Cerdas terbuka bagi mahasiswa aktif minimal semester dua dari perguruan tinggi negeri maupun swasta di seluruh Indonesia. Syarat utama pendaftar adalah ber-KTP Papua Barat, memiliki IPK minimal 2,75, serta melampirkan dokumen akademik seperti KHS dan bukti keaktifan di PDDIKTI.
Hingga saat ini, pendaftaran terus berlangsung dan mulai banyak diminati, terutama untuk program studi kedokteran.
“Pendaftaran sudah diikuti belasan hingga puluhan mahasiswa, khususnya untuk kuota kedokteran. Kami imbau agar segera melengkapi berkas karena pendaftaran ditutup pada 30 Mei 2026,” kata Barnabas.
Secara khusus, pemerintah memberikan alokasi anggaran lebih besar bagi mahasiswa kedokteran. Setiap penerima dapat memperoleh dukungan dana hingga Rp100 juta per tahun, menyesuaikan kebutuhan biaya pendidikan di masing-masing perguruan tinggi.
“Untuk mahasiswa kedokteran, pemerintah menganggarkan sekitar Rp100 juta per mahasiswa per tahun, disesuaikan dengan biaya per semester di kampus masing-masing,” jelasnya.
Barnabas menegaskan, program ini dirancang untuk menjawab tingginya kebutuhan tenaga kesehatan di Papua Barat. Karena itu, penerima beasiswa diwajibkan kembali dan mengabdi di daerah setelah menyelesaikan studi.
“Setiap penerima wajib menandatangani surat pernyataan untuk kembali ke Papua Barat setelah lulus. Ini penting karena masih banyak fasilitas kesehatan di distrik yang kekurangan tenaga dokter,” tegasnya.
Saat ini, tercatat sekitar 16 hingga 20 mahasiswa telah mendaftar untuk program kedokteran. Pemerintah berharap Beasiswa Papua Cerdas dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus memenuhi kebutuhan tenaga profesional di Papua Barat.










