TVRINews, Maybrat
Kepala Penerangan Kodam XVIII/Kasuari Daniel Manalu menyampaikan perkembangan awal terkait dugaan tindak kekerasan oleh orang tak dikenal (OTK) yang menyebabkan tiga warga terluka di wilayah Aifat Timur Tengah, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.
Daniel menyampaikan keprihatinan atas kejadian tersebut dan mengapresiasi penanganan cepat tim medis serta aparat keamanan terhadap para korban. Ketiga warga saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Selebesolu Sorong.
Berdasarkan analisis awal, luka yang dialami ketiga korban bukan disebabkan oleh tembakan. Luka tersebut diduga kuat akibat senjata tajam.
Daniel juga mengatakan hasil pengecekan awal di lapangan menunjukkan tidak terdapat pasukan TNI yang sedang melaksanakan operasi di sekitar wilayah Ainod saat kejadian berlangsung.
“Kami semua mengutuk tindak kekerasan oleh OTK tersebut yang telah menjadikan warga masyarakat sebagai korban. Bagi kami, keselamatan masyarakat merupakan hal yang utama dan kami tidak ingin kejadian seperti ini terjadi lagi,” ujar Daniel.
Menurut Daniel, kejadian tersebut menimbulkan rasa takut dan keresahan di tengah masyarakat. Aparat saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap fakta dan pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.
Ia menegaskan seluruh informasi dan keterangan yang diperoleh akan didalami secara objektif untuk menghindari kesimpulan sebelum proses penyelidikan selesai.
Daniel juga mengimbau masyarakat Maybrat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
TNI dan Polri bersama pemerintah daerah Papua Barat Daya akan terus melakukan langkah pengamanan untuk menjaga situasi tetap kondusif. Perkembangan hasil penyelidikan akan disampaikan kepada publik setelah informasi dipastikan kebenarannya.
“Mari kita jaga Maybrat tetap aman, damai, dan kondusif,” pungkasnya.










