TVRINews ~ Papua Barat
Langkah Strategis Kepolisian Mendekatkan Diri ke Masyarakat Adat Sorong Lewat Dialog Ilir
Kepolisian Daerah Papua Barat Daya memperkuat komitmen pelayanan publik dan pemeliharaan keamanan wilayah melalui dialog langsung bersama masyarakat adat Suku Moi di Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, Rabu 21 Oktober 2026.
Langkah tersebut diwujudkan melalui agenda tatap muka yang dipimpin langsung oleh Kapolda Papua Barat Daya, Brigjen Pol. Dr. Hengki Haryadi. Pertemuan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIT di kawasan Jalan Sagu, Kelurahan Aimas, fokus membahas stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) secara inklusif.
Pendekatan dialogis ini sejalan dengan kerangka kerja Program Prioritas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam mentransformasikan tata kelola kepolisian yang berorientasi pada kemitraan publik.

"Kehadiran jajaran kepolisian di tengah komunitas adat bertujuan untuk memupuk kepercayaan masyarakat serta mengoptimalkan partisipasi warga dalam menjaga kondusivitas lingkungan," ujar Brigjen Pol. Hengki Haryadi di sela-sela kegiatan, Rabu.
Pertemuan strategis tersebut turut dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah dan tokoh adat setempat, di antaranya Direktur Binmas Polda Papua Barat Daya, perwakilan Kepolisian Resor Sorong, serta Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA), Korneles Usili. Selain itu, hadir pula perwakilan pemerintah lokal Musa Lasarus Malahan, pengurus RT setempat Melly Usmani, serta jajaran tokoh masyarakat Suku Moi.
Dalam perspektif tata kelola keamanan modern, keterlibatan tokoh adat dan struktur sosial lokal dinilai menjadi kunci utama pencegahan potensi konflik serta pemeliharaan iklim sosial yang harmonis di Papua Barat Daya.
Ketua LMA Sorong, Korneles Usili, mengapresiasi ruang komunikasi terbuka yang dibuka oleh pihak kepolisian. Menurutnya, koordinasi lintas elemen antara aparat penegak hukum, pemangku adat, dan warga dapat memperkokoh ketahanan sosial di tingkat tapak.
Seluruh rangkaian kegiatan tatap muka yang berlangsung hingga siang hari tersebut berjalan tertib, aman, dan terkendali. Polda Papua Barat Daya mengonfirmasi bahwa pola komunikasi partisipatif seperti ini akan terus diintensifkan di berbagai wilayah hukum lainnya.










