TVRINews, Manokwari, Papua Barat
Jenazah presenter TVRI Papua Barat, Yanto Idorway, akan menjalani proses otopsi sebagai bagian dari penyidikan guna memastikan penyebab kematian serta melengkapi bukti medis dalam pengungkapan kasus tersebut.
Langkah otopsi dilakukan setelah hasil visum yang dilakukan dokter umum di RSUD Manokwari pada Senin malam belum dapat memastikan penyebab pasti kematian korban.
Yanto Idorway sebelumnya ditemukan meninggal dunia di kawasan Air Terjun Memti, Kabupaten Pegunungan Arfak, pada Senin pagi setelah dilaporkan hilang selama sembilan hari.
Atas hasil pemeriksaan awal tersebut, pihak keluarga menyetujui pelaksanaan otopsi untuk memperoleh kepastian mengenai penyebab kematian. Pemeriksaan forensik akan dilakukan setelah dokter spesialis forensik dari Jayapura tiba di Manokwari.
Kuasa hukum keluarga korban, Yan Christian Warunusi, mengatakan otopsi menjadi langkah penting untuk mendapatkan keterangan medis yang lebih mendalam sekaligus membantu proses penyidikan yang dilakukan aparat kepolisian.

"Otopsi ini penting untuk mendapatkan kepastian medis mengenai penyebab kematian korban serta menjadi bagian dari upaya mendukung proses penyidikan yang sedang berjalan," ujar Yan.
Untuk mendukung pelaksanaan pemeriksaan forensik, keluarga juga menyetujui jenazah Yanto Idorway diawetkan sementara di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua Barat hingga dokter forensik tiba di Manokwari.
Menurut Yan, langkah tersebut dilakukan agar kondisi jenazah tetap terjaga sehingga proses pemeriksaan dapat berlangsung secara optimal.
Ia berharap hasil otopsi nantinya dapat memberikan kejelasan mengenai penyebab kematian Yanto Idorway sekaligus menjadi alat bukti medis dalam proses hukum.
Selain itu, Yan mengimbau masyarakat agar tidak menyampaikan spekulasi terkait penyebab kematian korban sebelum adanya hasil resmi dari pemeriksaan medis dan penyelidikan kepolisian.
"Kami meminta semua pihak memberikan kepercayaan kepada aparat penegak hukum untuk bekerja berdasarkan fakta, hasil penyelidikan, dan pemeriksaan medis yang dilakukan," katanya.
Saat ini, kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa, termasuk memastikan apakah kematian Yanto Idorway merupakan peristiwa biasa atau terdapat dugaan tindak pidana.









