TVRINews, Papua Barat
Kapolres Pegunungan Arfak AKBP Bernadus Okoka menegaskan bahwa penyelidikan terkait hilangnya Presenter TVRI Papua Barat, Yanto Idorway, di Sungai Memti, Kampung Sisrang, Kabupaten Pegunungan Arfak, dilakukan berdasarkan fakta di lapangan dan hasil pemeriksaan saksi, bukan berdasarkan opini maupun spekulasi yang berkembang di masyarakat.
Bernadus menjelaskan bahwa penyidik telah melakukan serangkaian langkah sejak laporan diterima. Proses tersebut meliputi olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan lokasi, hingga meminta keterangan dari dua orang saksi yang merupakan rekan korban ketika berada di kawasan wisata Air Terjun Memti.
Dari hasil penyelidikan sementara, kata Bernadus, korban diduga terpeleset sebelum akhirnya jatuh ke aliran Sungai Memti yang memiliki arus deras. Dugaan tersebut diperkuat oleh hasil olah TKP serta keterangan kedua saksi yang berada di lokasi saat kejadian.
"Dari hasil pemeriksaan saksi serta kondisi di lapangan, dugaan sementara korban terpeleset lalu terbawa arus sungai. Medan di lokasi sangat berat, debit air tinggi, arus deras, serta banyak bebatuan besar yang memungkinkan korban tersangkut atau terjepit di sela-sela batu," ujar Bernadus saat ditemui di Mapolda Papua Barat, Kamis, 23 Juli 2026.
Ia mengatakan, Tim SAR Gabungan telah mengerahkan berbagai upaya untuk menemukan korban. Penyisiran dilakukan hingga ke sela-sela bebatuan yang diduga menjadi titik korban tersangkut. Namun, hingga memasuki hari kelima operasi pencarian, korban masih belum berhasil ditemukan.
Lebih lanjut, Kapolres juga menanggapi beragam informasi yang beredar di tengah masyarakat terkait hilangnya korban, termasuk cerita yang dikaitkan dengan mimpi maupun hal-hal yang bersifat supranatural. Menurutnya, informasi tersebut tidak dapat dijadikan dasar dalam proses penyelidikan karena tidak didukung oleh alat bukti maupun fakta hukum.
Kemudian Bernadus menegaskan, hingga saat ini penyidik tetap berpedoman pada hasil olah TKP dan berita acara pemeriksaan (BAP) terhadap dua saksi yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut.
Selain melakukan penyelidikan, kepolisian bersama Tim SAR juga berupaya mendukung proses pencarian dengan membuat bendungan sementara guna mengurangi debit air sungai. Langkah tersebut dilakukan agar penyisiran di lokasi dapat berlangsung lebih optimal.
Sementara itu, operasi pencarian yang dipimpin Basarnas telah memasuki hari keenam dari rencana operasi selama tujuh hari. Seluruh unsur SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Memti dengan harapan korban dapat segera ditemukan.
Kapolres berharap seluruh upaya yang dilakukan tim di lapangan segera membuahkan hasil. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi serta menunggu perkembangan resmi yang disampaikan oleh Tim SAR maupun pihak kepolisian.










