TVRINews, Manokwari, Papua Barat
Perwakilan keluarga dan elemen masyarakat menyampaikan aspirasi di Manokwari, mendesak transparansi hukum atas insiden kematian Yanto Idorway.
Suasana kawasan perkotaan Manokwari, Papua Barat, tampak berbeda pada Selasa, 2 September 2026. Sejumlah kerabat, mahasiswa, dan masyarakat berkumpul untuk menyampaikan aspirasi publik, meminta kejelasan serta kepastian hukum terkait penanganan insiden yang merenggut nyawa Yanto Idorway di Air Terjun Memti, Kabupaten Pegunungan Arfak.

Rangkaian penyampaian aspirasi tersebut menyasar beberapa titik strategis, termasuk ruas Jalan Suapen di kawasan PDAM, area bekas Markas Kepolisian Daerah, persimpangan lampu merah Wosi, perempatan Makalo, hingga kawasan Borarsi. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 10.00 WIT itu merefleksikan desakan moral agar proses investigasi berjalan secara terbuka.
Dalam penyampaian aspirasi tersebut, sempat terjadi pembatasan akses jalan sebagai bentuk ekspresi ketidakpuasan atas lambatnya perkembangan penyelidikan. Meski demikian, situasi tetap terkendali berkat pendekatan persuasif yang dikedepankan oleh para peserta.
Menanggapi dinamika di lapangan, jajaran Kepolisian Daerah Papua Barat bergerak cepat. Direktur Reserse Kriminal Umum, Komisaris Besar Polisi Hesman Napitupulu, hadir langsung di lokasi untuk menemui para kerabat, massa, serta tim kuasa hukum guna memberikan penjelasan resmi.

Dalam dialog tersebut, pihak kepolisian menegaskan bahwa perkara ini telah naik ke tahap penyidikan. Aparat penegak hukum berkomitmen untuk terus mengumpulkan serta melengkapi instrumen pembuktian demi mengungkap secara terang benderang duduk perkara yang sebenarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Hukum Keluarga Yanto Idorway, Yan Christian Warinussy, mengimbau seluruh elemen pendukung agar senantiasa menjunjung tinggi ketertiban umum dan menghindari segala bentuk tindakan yang melanggar hukum.
"Kami mengajak seluruh pihak untuk tetap menjaga situasi tetap kondusif dan mempercayakan proses hukum kepada institusi yang berwenang," ujar Yan Christian Warinussy saat ditemui di lokasi kegiatan.
Menjelang siang hari, seluruh peserta penyampaian aspirasi membubarkan diri secara tertib setelah mendapatkan ruang dialog langsung dengan pihak kepolisian. Keluarga berharap langkah ini menjadi momentum penting bagi percepatan penegakan hukum yang berkeadilan di wilayah Papua Barat.










