TVRINews, Papua Barat
Pemerintah Kabupaten Manokwari memetakan sejumlah program pembangunan infrastruktur strategis untuk lima tahun ke depan. Program tersebut telah direncanakan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Manokwari.
Pemetaan itu dituangkan dalam Rencana Induk Pembangunan Infrastruktur yang mencakup sejumlah klaster pembangunan di Kabupaten Manokwari, Selasa, 29 September 2026.
Bupati Manokwari Hermus Indou mengatakan, salah satu klaster yang menjadi perhatian pemerintah daerah adalah infrastruktur strategis.
“Salah satu klaster yang menjadi perhatian adalah infrastruktur strategis,”ujar Hermus.
Klaster tersebut mencakup sejumlah proyek prioritas, di antaranya percepatan pembangunan runway Bandara Rendani, pembangunan Pasar Wosi, serta Pusat UMKM Manokwari di kawasan eks Kantor Gubernur Papua Barat.
Selain itu, pembangunan Rumah Sakit Umum Manokwari, Jembatan Pepera 1969, dan Gelora Prabowo di Sanggeng juga masuk dalam rencana pembangunan infrastruktur strategis.
Hermus mengatakan penyusunan Rencana Induk Pembangunan Infrastruktur merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menata pembangunan agar lebih terarah dan terintegrasi selama lima tahun ke depan.
“Penyusunan Rencana Induk Pembangunan Infrastruktur merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menata pembangunan agar lebih terarah dan terintegrasi selama lima tahun ke depan,”lanjutnya.
Pemkab Manokwari juga menyiapkan sejumlah pembangunan strategis lainnya yang akan disesuaikan dengan arah kebijakan RPJMD, di antaranya pembangunan alun-alun kota dan sejumlah ruang terbuka publik.
Pemetaan infrastruktur strategis tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan konektivitas dan pelayanan publik, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi serta aktivitas masyarakat di Kabupaten Manokwari.










