TVRINews, Manokwari
Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Papua Barat menggelar pembelajaran kontekstual dan edukatif di SD Inpres 10 Mansinam, Kabupaten Manokwari, Selasa, 19 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari program Ekspedisi One Day Trip Bakar Batu Pembelajaran dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” dengan melibatkan peserta didik, guru, serta berbagai pemangku kepentingan pendidikan di Kabupaten Manokwari, termasuk Satpolairud Polresta Manokwari.
Kepala BGTK Papua Barat, Suharman, mengatakan Pulau Mansinam dipilih sebagai lokasi pertama pelaksanaan program karena memiliki nilai sejarah penting sebagai tempat awal berkembangnya pendidikan di Tanah Papua.
“Pulau Mansinam memiliki nilai sejarah sebagai pulau peradaban dan tempat awal berkembangnya pendidikan di Tanah Papua, sehingga menjadi lokasi penting dalam pelaksanaan program ini,” ujar Suharman.
Dalam kegiatan tersebut, BGTK Papua Barat memberikan pembelajaran numerasi melalui metode matematika interaktif dan menyenangkan bagi siswa. Sementara itu, para guru mengikuti pelatihan pembelajaran mendalam yang mencakup coding, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), hingga pembuatan papan interaktif digital sebagai bagian dari transformasi pendidikan berbasis teknologi.
Selain kegiatan pembelajaran, Suharman bersama tim mengunjungi lokasi sekolah guru pertama di Tanah Papua yang berada di Pulau Mansinam. Situs tersebut dikenal sebagai Sekolah Guru Rakyat Manasbari yang kini masih menyisakan puing bangunan di kawasan dekat Museum Pulau Mansinam.
Pulau Mansinam dikenal sebagai tonggak sejarah lahirnya pendidikan di Tanah Papua sekaligus disebut sebagai pulau peradaban masyarakat Papua. Dalam kunjungan itu, Suharman didampingi Kepala SD Inpres 10 Mansinam untuk meninjau langsung situs bersejarah tersebut.
“Kunjungan ini memberikan banyak inspirasi dan pembelajaran bagi kami dalam upaya membangun dan memajukan pendidikan di atas Tanah Papua. Tempat ini menjadi pengingat penting bagaimana perjuangan pendidikan dimulai di Papua,” kata Suharman.
Kehadiran BGTK Papua Barat di SD Inpres 10 Mansinam mendapat sambutan hangat dari guru dan siswa. Mereka mengapresiasi perhatian terhadap pengembangan pendidikan sekaligus pelestarian sejarah pendidikan di Pulau Mansinam.
Melalui kegiatan tersebut, BGTK Papua Barat berharap pembelajaran kontekstual berbasis sejarah dan teknologi dapat meningkatkan kualitas pendidikan serta menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap sejarah pendidikan di Tanah Papua.










