TVRINews - Manokwari, Papua Barat
Tim gabungan mengubah strategi pencarian presenter TVRI Papua Barat, Yanto Indorway, yang dilaporkan hanyut di Sungai Memti, Kampung Sisrang, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, pada Sabtu, 18 Juli 2026. Perubahan strategi dilakukan pada hari kelima operasi untuk memperluas area penyisiran.
Informasi tersebut disampaikan Kapolres Pegunungan Arfak AKBP Bernadus Okoka dan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kakansar) Manokwari Yefri Sabaruddin dalam telekonferensi Program Berita Papua Barat Hari Ini TVRI Papua Barat.
Bernadus mengatakan pencarian melibatkan tim gabungan yang terdiri atas Basarnas, TNI, Polri, Dinas Kesehatan, dan masyarakat setempat. Hingga hari keempat, korban belum ditemukan karena terkendala cuaca yang tidak menentu serta medan yang sulit.
Polres Pegunungan Arfak mengerahkan 20 personel dalam operasi tersebut. Tim juga mendapat dukungan anjing pelacak K9 dari Polda Papua Barat yang mulai diterjunkan pada hari keempat untuk menyisir area dalam radius satu hingga dua kilometer dari lokasi korban diduga terpeleset. Namun, upaya itu belum membuahkan hasil.
Untuk mendukung pencarian, tim gabungan bersama masyarakat membangun bendungan sementara di wilayah Anggi Gida guna mengurangi debit air yang mengalir ke Sungai Memti. Langkah tersebut diharapkan dapat memperlancar proses pencarian.
Sementara itu, Yefri Sabaruddin menjelaskan Basarnas menerima laporan kejadian pada Sabtu, 18 Juli 2026 pukul 20.30 WIT dari Polres Pegunungan Arfak. Tim SAR kemudian segera diberangkatkan menuju lokasi meski kondisi saat itu telah malam.
Setelah tiba di posko, tim melakukan koordinasi dengan Polres dan Kodim Pegunungan Arfak sebelum melaksanakan asesmen lapangan keesokan harinya. Lokasi kejadian berada di wilayah yang sulit dijangkau kendaraan sehingga personel harus berjalan kaki lebih dari satu jam untuk mencapai titik pencarian.
Basarnas juga mengerahkan drone thermal untuk membantu pemantauan dari udara. Namun, medan berbatu di sepanjang aliran sungai dan cuaca yang cepat berubah menjadi kendala selama operasi berlangsung.
Pada hari pertama, tim hanya mampu menyisir sekitar 100 meter dari titik korban diduga hanyut sebelum pencarian dihentikan sementara akibat kabut tebal yang mengurangi jarak pandang. Hari berikutnya, radius pencarian diperluas hingga satu kilometer, tetapi korban belum ditemukan.
Memasuki hari kelima, strategi pencarian diubah dengan membagi personel menjadi dua tim. Tim pertama menyusuri Sungai Memti dari lokasi kejadian menuju Kampung Membe, sedangkan tim kedua bergerak dari Kampung Membe menuju lokasi awal kejadian. Strategi tersebut diharapkan dapat meningkatkan peluang menemukan korban.
Hingga kini, operasi pencarian masih terus berlangsung. Dukungan dan doa dari masyarakat terus mengalir dengan harapan Yanto Indorway dapat segera ditemukan.










